WOW - Ternyata Ada Masjid Soekarno di Russia - Begini Sejarahnya, Anak Bangsa wajib Baca!

WOW - Ternyata Ada Masjid Soekarno di Russia - Begini Sejarahnya, Anak Bangsa wajib Baca!

menupagi.com - Indonesia pernah memiliki pemimpin yang sangat dihormati di dunia Internasional, tidak hanya negara adidaya Amerika Serikat, namun juga Russia yang saat itu menjadi raksasa juga mengakui wibawanya. Dialah Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Salah satu saksi sejarah bagaimana wibawa Soekarno begitu kuat di Russia adalah berdiri tegaknya bangunan Blue Mosque/Saint Petersburg Mosque atau banyak juga yang menyebutnya sebagai Masjid Soekarno, karena begitu kuatnya keterlibatan Sang Presiden pertema kita tersebut terhadap kelangsungan berdirinya masjid tersebut.

Masjid Soekarno di Russia


Sejarah Masjid 'Soekarno' di Rusia

Masjid St. Petersburg terletak di pusat kota, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang ikonik di Rusia. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama asli Jamul Muslimin, tetapi lebih sering dijuluki sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru.

Sementara, sebagian orang yang mengetahui sejarahnya lebih sering menyebut masjid ini sebagai Masjid Soekarno. Lalu sebenarnya, sejauh apa keterkaitan masjid ini dengan sejarah kepemimpinan Soekarno?


Sejarah Awal Saint Petesburg Mosque

 

Pada 1882, Selim-Girei Tevkelev yang pada tahun tersebu diangkat sebagai Mufti Tolstoy meminta persyaratan agar dibangun sebuah masjid di St. Petersburg. Pada tahun 1906, Menteri membentuk komite khusus yang dipimpin oleh Ahun Ataulla Bayazitov untuk mengumpulkan 750.000 rubel dalam waktu 10 tahun untuk pembangunan masjid. Selain itu sumber dana juga berasal dari sumbangan banyak sponsor. Donor terbesar adalah Said Abdoul Ahad, Emir Bochara yang menanggung semua biaya untuk pembangunan.



Masjid Soekarno di Russia

Pada 3 Februari 1910, upacara peletakan batu bata dilakukan oleh Ahun Bayazitov, dihadiri oleh tokoh-tokoh pemerintah, agama dan sosial. Di antara mereka yang hadir adalah Mohammed Alim Khan, duta Kekaisaran Ottoman dan Persia, dan Tevkelev, pemimpin partai Muslim di Duma.

Dindingnya dibuat dengan granit abu-abu dan kubah serta kedua menara ditutupi dengan keramik mosaik warna langit-biru muda. Mosaik tersebut dibuat oleh Peter Vaulin di bengkelnya di Kikerino. Pengrajin terampil dari Asia Tengah mengambil bagian bekerja di masjid. Fasad-fasadnya didekorasi dengan ucapan-ucapan dari Al-Quran menggunakan kaligrafi Arab yang khas. Kolom internal terbuat dari marmer hijau. Masjid itu ditutupi oleh karpet besar khusus yang ditenun oleh pengrajin Asia Tengah.


Masjid Soekarno / Saint Petesburg Mosque dijadikan Gudang oleh Pemerintah Rusia

 

Dalam perkembangannya, pada tahun 1950-an masjid ini dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia yang kala itu masih berada di era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tak boleh digunakan untuk beribadah.

Namun, Soekarno yang saat itu menjadi Presiden Indonesia diyakini mempunyai andil besar dalam menghapus larangan itu. Berkat pengaruh dan kehebatannya dalam berdiplomasi dengan pemerintah Rusia, masjid St. Petersburg akhirnya bisa difungsikan kembali sebagai tempat ibadah umat Muslim di negara itu.


Pengaruh Soekarno Mengembalikan Fungsi Saint Petesburg Mosque

 

Kisahnya berawal pada tahun 1956, Soekarno yang waktu itu ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke Kota St. Petersburg yang kala itu masih bernama Leningrad.

Dalam perjalanannya menuju kota itu, Soekarno melihat sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi. Ia menduga, bangunan tersebut adalah masjid.

Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya untuk bisa mampir ke gedung itu. Namun mereka tak mengizinkannya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi gedung berkubah biru itu secara diam-diam.


Masjid Soekarno di Russia

Sesampainya di sana, ia mendapati bangunan itu tak dirawat secara layak. Masjid itu malah difungsikan sebagai sebuah gudang. Melihat kondisi itu, Soekarno prihatin dan meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan.

Masjid Soekarno di Russia
Kubah Masjid Soekarno

Tak lama, Soekarno langsung menemui pemimpin Rusia untuk meminta difungsikannya kembali Masjid St. Petersburg sebagai tempat ibadah. Upaya tersebut rupanya berbuah manis. Beberapa hari setelah Soekarno kembali ke Indonesia, utusan dari Moskow datang ke Leningrad untuk meminta walikota membuka kembali Masjid St. Petersburg sebagai tempat ibadah.

Sejak saat itu, Masjid Soekarno terus berdiri kokoh dan berfungsi maksimal di bawah pengelolaan komunitas muslim di St. Petersburg. Tahun 1980 masjid ini sempat direnovasi secara besar-besaran hingga bentuknya menjadi seperti sekarang. Beberapa Presiden Indonesia di era reformasi juga pernah mengunjungi masjid ini, antara lain Megawati pada tahun 2003 dan Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2006 lalu.

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar